Penerimaan Pajak hingga November 2025 Capai Rp1.634 Triliun

Dec 24, 2025 - 13:56
 0
Penerimaan Pajak hingga November 2025 Capai Rp1.634 Triliun
Menteri Keuangan RI, Purbaya

Kalanesia.id, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi penerimaan pajak hingga November 2025 mencapai Rp1.634,43 triliun. Capaian tersebut setara dengan 78,7 persen dari target penerimaan pajak dalam outlook awal tahun 2025 yang dipatok sebesar Rp2.076,9 triliun.

Meski progres penyerapan terhadap target terbilang cukup tinggi, kinerja penerimaan pajak secara tahunan masih menghadapi tekanan. Dibandingkan periode yang sama pada tahun anggaran 2024, realisasi penerimaan pajak neto tercatat mengalami penurunan.

Hingga November 2025, penerimaan pajak berada di angka Rp1.634,43 triliun, lebih rendah dibandingkan posisi Oktober 2024 yang mencapai Rp1.688,84 triliun. Kondisi ini mencerminkan masih adanya tantangan dalam pemungutan pajak di tengah dinamika perekonomian.

Untuk mendorong optimalisasi penerimaan menjelang akhir tahun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah melakukan pembenahan terhadap sistem administrasi perpajakan Coretax yang sebelumnya menjadi sorotan.

“Coretax sudah diperbaiki dan sekarang berjalan dengan baik. Ke depan akan terus kita perbaiki,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Desember 2025 di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Data Kemenkeu menunjukkan sejumlah jenis pajak utama masih mencatatkan pertumbuhan negatif. Tekanan terutama terlihat pada Pajak Penghasilan (PPh) Badan, PPh Orang Pribadi, serta PPh Pasal 21.

Secara rinci, PPh Badan menjadi komponen dengan kontraksi paling dalam. Hingga November 2025, penerimaan dari pos ini tercatat sebesar Rp263,58 triliun atau turun 9,0 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, PPh Orang Pribadi dan PPh Pasal 21 terealisasi sebesar Rp218,31 triliun atau melemah 7,8 persen yoy.

Tekanan juga masih membayangi penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Hingga November 2025, kedua pos tersebut membukukan realisasi Rp660,77 triliun atau terkontraksi 6,6 persen yoy. Meski demikian, Kemenkeu mencatat adanya perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya, di mana penerimaan PPN dan PPnBM mulai meningkat dibandingkan Oktober 2025.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara berharap tren penerimaan PPN dan PPnBM dapat membaik menjelang tutup tahun. Menurutnya, kinerja kedua jenis pajak tersebut mencerminkan pergerakan aktivitas ekonomi.

“Kita mengharapkan PPN dan PPnBM akan tumbuh lebih kuat lagi di akhir bulan Desember, karena PPN dan PPnBM adalah denyut nadi perekonomian. Jadi kalau PPN sudah tumbuh positif berarti transaksi juga tumbuh positif,” ujar Suahasil.

Di tengah tekanan pada sejumlah pos utama, beberapa jenis pajak justru menunjukkan kinerja yang lebih positif. Penerimaan dari PPh Final, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 26 secara kumulatif mencapai Rp305,43 triliun atau tumbuh 1,4 persen yoy hingga November 2025.

Selain itu, komponen Pajak Lainnya mencatatkan pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan sebesar 21,5 persen yoy, dengan realisasi mencapai Rp186,33 triliun. Pemerintah berharap perbaikan aktivitas ekonomi pada akhir tahun dapat menopang penguatan penerimaan pajak sekaligus menjadi sinyal pemulihan daya beli dan transaksi domestik menjelang penutupan tahun anggaran 2025.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0