1.518 Hunian Sementara di Gayo Lues Rampung Dibangun, BNPB Targetkan Tuntas Sebelum Lebaran

Mar 12, 2026 - 16:15
 0
1.518 Hunian Sementara di Gayo Lues Rampung Dibangun, BNPB Targetkan Tuntas Sebelum Lebaran
Kepala BNPB, Suharyanto Saat Mengunjungi Huntara di Gayo Lues pada Kamis (12/3)

Kalanesia.id, Gayo Lues - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Selasa (10/3), sebanyak 1.518 unit huntara telah selesai dibangun atau sekitar 88 persen dari total target 1.713 unit.

Kepala BNPB, Suharyanto, berharap seluruh pembangunan huntara dapat segera diselesaikan sehingga warga yang masih bertahan di tenda pengungsian dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak. Ia menargetkan seluruh pengungsi di wilayah tersebut sudah berpindah dari tenda sebelum perayaan Idulfitri 2026.

"Kami pastikan menjelang lebaran tahun 2026, untuk Kabupaten Gayo Lues, sudah tidak ada lagi masyarakat yang ada di tenda," ujar Suharyanto, Kamis (12/3).

BNPB juga memastikan akan terus mendampingi warga yang masih menunggu proses penyelesaian pembangunan huntara. Selama masa transisi tersebut, masyarakat akan ditempatkan di fasilitas yang lebih layak, seperti gedung balai latihan kerja milik pemerintah daerah.

“Supaya semua masyarakat yang terdampak di Kabupaten Gayo Lues bisa menikmati, bisa mengikuti perayaan Idulfitri dengan lebih baik dan lebih hikmat,” tambahnya.

Upaya percepatan pembangunan huntara merupakan bagian dari langkah pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November lalu. Pemerintah terus mendorong rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat dapat segera kembali menjalani kehidupan normal.

Salah satu kawasan pembangunan huntara berada di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren. Di lokasi tersebut telah berdiri kompleks hunian komunal yang menampung sekitar 150 kepala keluarga (KK), dengan warga mulai kembali beraktivitas seperti biasa.

Pembangunan hunian sementara juga dilakukan di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang. Di kawasan ini, sebanyak 133 KK telah menempati kompleks huntara yang dilengkapi fasilitas dasar seperti air bersih dan listrik. Setiap unit hunian juga telah dilengkapi kamar mandi serta toilet.

Suharyanto menambahkan, keluarga yang baru menempati hunian sementara akan mendapatkan bantuan logistik dari BNPB berupa bahan makanan dan kebutuhan nonpangan untuk mencukupi kebutuhan selama 10 hari pertama.

“Keluarga yang menempati huntara akan diberikan bantuan oleh BNPB berupa perlengkapan dan makanan selama 10 hari sejak mereka masuk ke huntara,” ujar Suharyanto.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0