Wali Murid TK di Trenggalek Kembalikan Menu MBG, Soroti Kualitas Makanan dari SPPG

Mar 12, 2026 - 16:11
 0
Wali Murid TK di Trenggalek Kembalikan Menu MBG, Soroti Kualitas Makanan dari SPPG
Roti Gosong MBG di Trenggalek

Kalanesia.id, Trenggalek - Penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, sejumlah wali murid taman kanak-kanak di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur memilih mengembalikan menu MBG yang dibagikan pada Rabu (11/3).

Menu makanan tersebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Tasikmadu 01 yang dikelola oleh Yayasan Ar-Rahman.

Aksi pengembalian makanan itu menjadi perbincangan di media sosial setelah videonya beredar luas. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @trenggaleknow pada Rabu (11/3). Dalam video tersebut terlihat sejumlah wali murid memasukkan kembali bungkusan makanan MBG ke dalam tas belanja sebagai tanda penolakan.

Para wali murid menyebut keputusan tersebut diambil karena pihak penyedia makanan dinilai tidak menanggapi masukan yang telah disampaikan sebelumnya terkait kualitas makanan yang dibagikan.

“MBG Ar-Rahman Tasikmadu sepakat dikembalikan karena tidak mau menerima masukan saran, makanan tetap tidak layak (gosong dan seuprit) seperti biasanya,” tulis unggahan akun Facebook Rahma Ama yang turut membagikan peristiwa tersebut.

Menu MBG Selama Ramadan

Berdasarkan informasi dari akun resmi SPPG Tasikmadu 01, paket MBG yang dibagikan kepada siswa PAUD, TK, serta siswa SD kelas 1 hingga kelas 3 selama Ramadan berisi tiga jenis menu.

Menu tersebut dikemas menggunakan wadah plastik mika dan terdiri dari roti ayam dengan harga sekitar Rp3.000, stik ayam Rp2.000, serta susu UHT senilai Rp4.000.

Viral dan Menuai Beragam Tanggapan

Unggahan video tersebut telah ditonton lebih dari 65 ribu kali dan memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Sebagian pengguna media sosial menilai menu yang dibagikan masih tergolong baik bagi anak-anak penerima program.

“Ini termasuk bagus, susunya mahal itu dan bagus karena klaimnya 100 persen susu murni,” tulis akun @ars*****0.

“Sebenarnya kalau dilihat dari pilihan susunya, itu udah lebih baik dibanding susu sekolah,” tulis akun @wid****_.

Namun, ada pula warganet yang menilai pengembalian makanan merupakan bentuk kritik agar pihak penyedia program dapat melakukan evaluasi dan perbaikan.

“Ada yang jual stik ayam dari itu Rp1.000 lebih besar ukurannya, itu dikomplain berkali-kali tetap aja nggak berubah,” tulis akun @uta*****a.

“Ini juga bentuk teguran buat SPPG biar bisa berbenah jadi lebih baik, bukan buat repot atau perpanjang urusan,” tulis akun @rnt***_.

“Kalau nggak dibalikin SPPG, darimana mereka dapat bahan buat evaluasi?” tulis akun @yan******a.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Tasikmadu 01 maupun pengelola dari Yayasan Ar-Rahman belum memberikan keterangan resmi terkait pengembalian menu MBG oleh para wali murid tersebut.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0