Viral Video ‘Sopir MBG Jadi Idola Anak SD’, SPPG Palasari Cianjur Minta Maaf dan Janji Evaluasi Konten

Mar 5, 2026 - 16:28
 0
Viral Video ‘Sopir MBG Jadi Idola Anak SD’, SPPG Palasari Cianjur Minta Maaf dan Janji Evaluasi Konten

Kalanesia.id, Cianjur - Unggahan video dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palasari, Cianjur, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial. Video tersebut menampilkan seorang sopir mobil program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama sejumlah siswi sekolah dasar yang terlihat antusias.

Dalam video itu, sopir MBG berpose membentuk tanda hati bersama seorang siswi SD, sementara beberapa siswi lainnya tampak berdiri di depan mereka. Unggahan tersebut disertai keterangan, “POV: Driver jadi idolanya anak-anak. Aduh driver mimin banyak yang incer nih.”

Konten tersebut kemudian menuai kritik setelah diunggah ulang oleh influencer Sadam Permana. Ia menilai video tersebut tidak pantas dijadikan konten karena melibatkan anak di bawah umur dengan orang dewasa dalam bentuk yang dianggap sebagai gimmick.

Melalui unggahannya di Instagram, Sadam menyoroti bahwa siswi yang tampil dalam video tersebut masih berstatus anak di bawah umur.

“Itu anak SD loh, masih di bawah umur bahkan masih pakai pakaian merah putih bikin video-video gimmick dengan orang dewasa?” ujarnya dikutip dari akun Instagram @sadampermana.w pada Kamis, 5 Februari 2026.

Ia juga menegaskan bahwa sopir yang muncul dalam video merupakan bagian dari program MBG yang dijalankan untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak.

“Dan ini adalah driver mobil MBG, makan bergizi gratis. Tolong stop gimmick kayak gini, nggak lucu sama sekali,” lanjutnya.

Selain itu, Sadam mempertanyakan proses pengawasan sebelum konten tersebut diunggah ke media sosial. Menurutnya, seharusnya ada pihak dewasa yang menilai kelayakan konten tersebut sebelum dipublikasikan.

“Ini membahayakan si anak, apalagi udah di share di sosial media. Di mana kah akal di saat membuat konten-konten gimmick seperti ini dan kenapa bisa di-approved?” katanya.

Ia juga menyinggung peran pihak lain yang berada di sekitar proses pembuatan video tersebut, termasuk orang dewasa maupun pihak sekolah.

“Terus kenapa nggak ada orang dewasa di sana yang bilang, ‘jangan kayak gitu, ini salah’. Di mana juga peran gurunya yang membiarkan anak-anak SD ini membuat konten-konten gimmick kayak gini? Astaghfirullah,”sambungnya.

Video kritik dari Sadam kemudian menarik perhatian warganet dan telah ditonton lebih dari satu juta kali. Di kolom komentar, sejumlah pengguna media sosial turut menyampaikan pandangan mereka terkait fenomena tersebut.

Beberapa warganet menilai bahwa anak-anak usia sekolah dasar yang mulai memasuki masa pubertas memang dapat menunjukkan ketertarikan kepada lawan jenis.

Salah satu akun menuliskan, “Please, anak kecil sekarang gampang suka, kesemsem, sampai nggak inget dan sesuai umur mereka,” tulis akun @arg***o.

Komentar lain juga menyebutkan, “Anak SD segede itu emang lagi pubernya, jadi hormon dopamine naik banget apalagi sama lawan jenis,” tulis akun @luz*****2.

Sementara pengguna lain menilai kejadian tersebut memprihatinkan karena melibatkan anak-anak.

“Ini jatuhnya miris sih, sekali lagi kalau ini tuh masih anak SD lho,” tulis akun @lia***9.

Ada pula warganet yang menilai pihak orang dewasa seharusnya lebih peka dan memberikan pengingat.

“Karena salah, seharusnya orang dewasa sadar diri dan mengingatkan. Ini malah akun SPPG sendiri yang langsung upload,” tulis akun @ann****d.

Menanggapi polemik tersebut, pihak SPPG Palasari Cianjur akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui kolom komentar unggahan yang menyoroti video tersebut.

“Melalui pesan ini, kami ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus terkait konten video kami yang baru-baru ini Kakak stitch. Kami menyadari bahwa konten tersebut memiliki kekurangan dan menimbulkan ketidaknyamanan,” tutur pihak SPPG pada Kamis, 5 Maret 2026.

Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada pihak yang telah memberikan kritik serta masukan terkait unggahan tersebut.

“Kami juga ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kritik serta masukan membangun yang Kakak berikan,” lanjutnya.

Pihak SPPG menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi tim internal agar lebih berhati-hati dalam memproduksi dan mempublikasikan konten di media sosial.

“Hal ini menjadi pengingat sekaligus bahan evaluasi serius bagi tim internal kami agar lebih berhati-hati, teliti, dan bijak dalam membuat konten di masa mendatang,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran, video yang menjadi perbincangan tersebut kini sudah tidak lagi ditemukan di akun Instagram milik SPPG Palasari Cianjur.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0