Kades Purwasaba Mengaku Dikeroyok Saat Demo LSM di Balai Desa

Mar 14, 2026 - 14:56
 0
Kades Purwasaba Mengaku Dikeroyok Saat Demo LSM di Balai Desa
Kades Hoho (kiri)

Kalanesia.id, Banjarnegara - Insiden pengeroyokan terhadap Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho yang akrab disapa Hoho Alkaf, menjadi perbincangan di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi saat ratusan anggota lembaga swadaya masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Balai Desa Purwasaba, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Selasa (11/3/2026).

Aksi demonstrasi itu dilaporkan berkaitan dengan tuntutan massa agar hasil penjaringan perangkat desa dibatalkan. Situasi yang semula berupa audiensi kemudian memanas hingga berujung kericuhan.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat kerumunan massa di sekitar lokasi kejadian. Hoho Alkaf pun mengaku menjadi korban pengeroyokan yang menyebabkan atribut dinasnya rusak serta mengalami luka fisik.

Melalui akun Instagram pribadinya, @hoho_alkaff, pada Sabtu (14/3/2026), Hoho menjelaskan kronologi kejadian yang dialaminya. Ia menyebut serangan terjadi ketika dirinya hendak meninggalkan aula balai desa setelah pertemuan dengan massa berlangsung tegang.

"Waktu saya baru keluar dari pintu aula, sebelum dikawal, langsung pukulan menghujani dari belakang, samping, dan depan," kata Hoho.

Akibat insiden tersebut, sejumlah atribut yang dikenakannya rusak. Ia mengatakan kacamatanya pecah setelah mendapat pukulan dari depan.

"Kacamata saya sampai remuk karena dipukul dari depan," sambungnya.

Selain itu, pakaian dinas yang dikenakan juga mengalami kerusakan akibat tarikan dari kerumunan.

"Logo atribut saya juga pada rogol. Papan nama jatuh karena ketarik-tarik," ungkap Hoho.

Hoho menduga kericuhan dipicu oleh kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos dalam seleksi perangkat desa karena nilai yang diperoleh tidak memenuhi syarat. Massa disebut menuntut agar proses seleksi diulang.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi telah dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku sehingga dirinya menolak permintaan tersebut.

"Mereka nilainya di bawah, tapi maunya diulang. Kita kiblatnya regulasi, tapi mereka tetap tidak mau tahu," papar Hoho.

"Tidak mungkin hasil seleksi dibatalkan hanya karena tekanan pihak tertentu," tegasnya.

Di sisi lain, Hoho juga menilai video yang beredar di media sosial tidak memperlihatkan keseluruhan kejadian yang sebenarnya. Menurutnya, rekaman tersebut hanya menampilkan situasi ketika dirinya sudah berada di belakang kendaraan pengamanan.

"Di video itu memang suruh keluar semua, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Dan ada yang bilang saya tidak dikeroyok," terang Hoho.

"Memang di video itu saya sudah diamankan karena sudah di belakang mobil," jelasnya.

Terkait peristiwa tersebut, Hoho menyatakan akan mencari perlindungan hukum dan meminta keadilan. Ia bahkan berencana membawa persoalan ini hingga ke Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Propam Mabes Polri.

"Saya pejabat pemerintah sudah melaksanakan pekerjaan sebaik-baiknya. Saya minta keadilan kepada Camat, Bupati, hingga Propam Mabes Polri," tandasnya.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0