Distribusi Air Bersih bagi Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang Terus Digencarkan

Dec 31, 2025 - 15:59
 0
Distribusi Air Bersih bagi Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang Terus Digencarkan
BNPB Saat Memberikan Bantuan Air Bersih di Aceh Tamiang

Kalanesia.id, Aceh Tamiang - Pemenuhan kebutuhan dasar berupa air bersih bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang masih menjadi fokus utama penanganan darurat. Berbagai upaya dilakukan secara intensif untuk memastikan warga tetap mendapatkan akses air bersih di tengah kondisi pascabencana yang belum sepenuhnya pulih.

Penanganan bencana dilaksanakan secara bersamaan, mulai dari pembersihan lumpur di jalan-jalan utama hingga fasilitas yang menunjang aktivitas warga. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut sangat bergantung pada ketersediaan air bersih, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun mendukung proses pemulihan lingkungan.

Meski dihadapkan pada keterbatasan akses dan medan yang cukup berat, tim gabungan dari berbagai instansi terus bekerja tanpa henti. Upaya ini dilakukan agar distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah-wilayah pelosok di Aceh Tamiang.

Salah satu petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, Andi, menjelaskan bahwa hingga 30 Desember 2025, sebanyak delapan unit mobil tangki air milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter masih aktif beroperasi menyalurkan air bersih kepada warga.

Menurutnya, armada tersebut hampir menjangkau seluruh kecamatan di Aceh Tamiang. Walaupun beberapa jalur masih dalam tahap pembukaan akibat tertutup material bencana, saat ini delapan kecamatan telah menerima layanan distribusi air bersih.

Penyaluran air tidak hanya difokuskan ke rumah-rumah warga, tetapi juga menyasar berbagai fasilitas umum dan sosial. Masjid, sekolah, posko pengungsian, hingga kantor pemerintahan turut menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap.

Sementara itu, petugas Pemadam Kebakaran Aceh Tamiang, Muhammad, menggambarkan tingginya intensitas pendistribusian air bersih di lapangan. Ia menyebutkan, kegiatan pengantaran air yang biasanya dimulai sekitar pukul 09.00 WIB sering kali baru berakhir pada pukul 03.00 hingga 04.00 WIB dini hari.

Ia menambahkan bahwa wilayah hilir menjadi sasaran utama distribusi, di antaranya Kecamatan Manyak Payed, Banda Mulia, Bendahara, hingga Karang Baru.

Selain dukungan mobil tangki BNPB, distribusi air bersih juga diperkuat oleh armada Damkar Aceh Tamiang. Tercatat delapan unit kendaraan pemadam berkapasitas 4.000 liter serta satu unit mobil tangki berkapasitas 16.000 liter turut dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tantangan Ketersediaan Air

Muhammad mengungkapkan, ketika pasokan air di lokasi pengambilan menipis, tim harus kembali mengisi air di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Aceh Tamiang. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah tingginya kebutuhan air bersih.

Dalam beberapa hari terakhir, debit air sungai sempat mengalami penurunan signifikan. Untuk mengatasi hal tersebut, tim gabungan melakukan pengerukan agar aliran air kembali mengalir ke kolam penampungan sehingga proses penyedotan dapat dilanjutkan.

Pengawasan kualitas air juga dilakukan secara ketat. Apabila kondisi air dinilai menurun, distribusi dihentikan sementara dan dilakukan proses penyaringan sebelum kembali disalurkan kepada masyarakat.

Di tengah beragam respons warga, mulai dari ungkapan syukur hingga keluhan, para petugas tetap berkomitmen menjalankan tugasnya. Dengan keterbatasan tenaga dan armada, mereka terus berupaya setiap hari memastikan air bersih dapat diterima para penyintas bencana di Aceh Tamiang.

Air Bersih Jadi Kebutuhan Utama Warga

Salah seorang penerima manfaat, Ismaidah, warga Gampong Air Tenang, Kecamatan Karang Baru, menyampaikan bahwa air bersih merupakan kebutuhan paling mendesak bagi keluarganya.

Di saat layanan PDAM belum kembali normal, ia mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang diantarkan langsung ke depan rumah. Air tersebut digunakan untuk memasak, keperluan mandi anak-anak, serta menunjang ibadah sehari-hari seperti wudu.

Ismaidah juga mengapresiasi kerja keras tim gabungan di lapangan. Menurutnya, meskipun tingkat kejernihan air terkadang berbeda sesuai kondisi lingkungan, petugas terus berupaya meningkatkan kualitas air yang diterima masyarakat dari hari ke hari.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0