Sorotan Nilai Gizi Menu MBG Ramadan Muncul Lagi, Kreator Gizi Nilai Penulisan Tabel SPPG Berpotensi Membingungkan
Kalanesia.id, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi bahan perbincangan warganet, khususnya terkait menu yang dibagikan selama bulan Ramadan. Kali ini, perhatian publik tertuju pada informasi nilai gizi yang tercantum dalam lembar keterangan menu yang disertakan bersama paket makanan.
Konten kreator yang kerap membahas edukasi gizi, @hannagizii, mengunggah video yang menyoroti tabel nilai gizi dari salah satu menu MBG Ramadan yang dibagikan pada 9 Maret 2026. Namun demikian, belum diketahui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mana yang bertanggung jawab atas pembagian menu tersebut.
Dalam unggahannya, Hanna menilai cara penyajian data dalam tabel gizi tersebut berpotensi menimbulkan salah tafsir bagi masyarakat yang membacanya.
“Siapapun yang membuat secarik kertas ini, tolong buat dengan hati yang tulus. Bayangin kamu pembaca yang membaca tabel informasi tabel nilai gizi itu,” ujar Hanna, dikutip Rabu (25/3).
Ia kemudian mencontohkan salah satu item menu yang tertulis, yakni dimsum. Menurutnya, penyajian angka protein dalam tabel dapat membuat pembaca mengira kandungan protein tersebut hanya berasal dari satu buah dimsum, padahal kemungkinan besar merupakan total kandungan protein dari seluruh menu yang diberikan.
“Gue yakin ini maksudnya dimsum satu buah ini bukan 20 gram sekian protein kan kandungannya? Maksudnya itu total dari seluruh protein makanan yang diberikan, kan?” lanjutnya.
Hanna menegaskan bahwa format tabel seperti itu bisa membuat informasi gizi menjadi rancu dan menyebabkan publik keliru memahami komposisi makanan.
“Cara buat tabelnya ini bikin pembaca misinterpretasi, mereka kira satu dimsum itu 20 sekian gram protein, kan nggak mungkin,” terangnya.
Sebagaimana diketahui, selama Ramadan menu MBG mengalami penyesuaian menjadi makanan kering atau tahan lama agar dapat dikonsumsi saat waktu berbuka. Dalam paket menu tersebut, juga disertakan rincian nilai gizi serta harga dari setiap item makanan.
Kebijakan penyertaan informasi tersebut mulai diterapkan setelah muncul gelombang kritik di media sosial terkait porsi makanan yang dianggap tidak sebanding dengan alokasi anggaran program, yakni Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi.
Meski begitu, Hanna menilai masyarakat tetap dapat menilai sendiri kesesuaian antara harga pangan dan kandungan gizinya. Ia berharap temuan ini dapat menjadi evaluasi bersama bagi para pengelola SPPG agar lebih teliti dalam menyusun informasi nilai gizi.
“Untuk kesesuaian harga pangan dan kandungan gizinya, gue yakin orang-orang bisa menilai. Semoga dijadikan pembelajaran untuk SPPG lainnya dalam membuat tabel informasi gizi,” ujarnya.
Sebagai informasi, kebutuhan protein harian anak usia 4 hingga 6 tahun berada di kisaran 25 gram, sementara anak usia 7 hingga 9 tahun membutuhkan sekitar 40 gram per hari.
Program MBG sendiri dijadwalkan kembali berjalan pada 31 Maret 2026 untuk para penerima manfaat dari kalangan anak sekolah setelah periode libur Lebaran berakhir.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0