Warga dan TNI Bersinergi Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Pascabanjir di Aceh
Kalanesia.id, Aceh - Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus menunjukkan komitmennya dalam membantu pemulihan daerah terdampak bencana di Aceh. Bersama masyarakat, para prajurit bahu-membahu mempercepat pembangunan sejumlah jembatan gantung yang rusak akibat banjir.
Bagi warga terdampak, keberadaan jembatan bukan sekadar sarana penghubung antarwilayah, tetapi menjadi akses vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Jembatan tersebut menjadi simbol harapan agar kehidupan bisa kembali berjalan normal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (4/3), di Desa Setul, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, terlihat prajurit TNI dan warga kompak mempersiapkan material pembangunan. Mereka bersama-sama memotong kayu yang akan digunakan sebagai bagian dari konstruksi jembatan gantung.
Meski bekerja di bawah terik matahari dan dalam suasana bulan puasa, semangat gotong royong tetap terjaga. Prajurit berseragam loreng dan masyarakat setempat saling membantu demi memastikan jembatan kembali kokoh dan aman dilalui. Hingga kini, progres pembangunan jembatan gantung di Desa Setul telah mencapai 86 persen.
Kebersamaan serupa juga tampak di Desa Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Betung. Di lokasi ini, anggota TNI dan warga bekerja sama memasang pagar kawat pengaman di sisi jembatan untuk meningkatkan keselamatan pengguna. Progres pembangunan di desa tersebut saat ini telah menyentuh 78 persen.
Sementara itu, di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, pembangunan jembatan gantung sudah mencapai 80 persen. Tahapan pengerjaan kini memasuki proses pengecatan yang dilakukan langsung oleh personel TNI guna memastikan jembatan tidak hanya kuat, tetapi juga terlindungi dari kerusakan.
Di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, progres pembangunan bahkan hampir rampung dengan capaian 95,5 persen. Pekerjaan telah memasuki tahap akhir, di mana anggota TNI memperkuat rangka jembatan yang sudah terpasang secara menyeluruh.
Semangat pemulihan pascabencana juga terlihat di Ara Bungong, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Di tengah ibadah puasa dan cuaca panas, para prajurit tetap bekerja keras mempercepat pembangunan jembatan gantung agar masyarakat dapat segera memanfaatkan kembali akses tersebut.
Sinergi antara TNI dan warga ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi dan bangkit dari bencana. Dengan percepatan pembangunan tersebut, diharapkan mobilitas masyarakat kembali lancar dan roda perekonomian dapat segera pulih.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0