Opta Prediksi Barcelona Pertahankan Gelar La Liga, Madrid Masih Punya Peluang
Kalanesia.id, Jakarta - Barcelona berada dalam posisi sangat menguntungkan dalam perburuan gelar La Liga musim 2025/26. Blaugrana kini memimpin klasemen dengan selisih empat poin dan, berdasarkan simulasi Opta, memiliki peluang sebesar 76,9 persen untuk mempertahankan status juara hingga akhir musim.
Performa impresif Barcelona terlihat jelas sepanjang penutupan tahun 2025. Tim asuhan Xavi Hernandez mencatat delapan kemenangan beruntun di La Liga, dengan seluruh kemenangan diraih dengan margin minimal dua gol.
Jika tren tersebut berlanjut dan mereka mampu mengalahkan Espanyol dengan selisih dua gol pada laga 3 Januari mendatang, Barcelona akan menyamai rekor kemenangan terpanjang klub, yakni sembilan pertandingan beruntun yang pernah dicapai pada periode Oktober hingga Desember 2010.
Situasi berbeda dialami Real Madrid. Paruh pertama musim berjalan tidak sesuai harapan, bahkan masa depan pelatih Xabi Alonso mulai dipertanyakan hanya enam bulan setelah kepulangannya ke Spanyol usai meninggalkan Bayer Leverkusen. Meski demikian, Madrid masih memiliki peluang 19,3 persen untuk membalikkan keadaan dan merebut gelar juara.
Harapan Los Blancos sangat bergantung pada performa Kylian Mbappe yang tampil luar biasa sepanjang 2025. Penyerang asal Prancis tersebut telah mencetak 39 gol dan menyumbang lima assist, menghasilkan total 44 kontribusi gol. Catatan itu unggul 20 gol dan 20 kontribusi gol dibandingkan pemain lain di La Liga sepanjang tahun kalender ini.
Sementara itu, Atletico Madrid berada lima poin di belakang rival sekotanya. Peluang Diego Simeone untuk mempersembahkan gelar La Liga ketiga bagi Los Colchoneros dinilai sangat kecil, hanya sebesar 3,3 persen menurut simulasi.
Dominasi tiga besar tradisional La Liga kembali terlihat musim ini. Terakhir kali gelar juara jatuh ke klub di luar Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid terjadi pada musim 2003/04, saat Valencia yang dilatih Rafa Benitez keluar sebagai kampiun. Deportivo La Coruna sebelumnya juga pernah menjuarai liga pada musim 1999/00, sedangkan sebelum itu, Athletic Club menjadi juara pada musim 1983/84.
Villarreal masih memiliki peluang matematis untuk meraih gelar, meski sangat tipis, hanya 0,5 persen. Dengan selisih 11 poin dari Barcelona, misi tersebut nyaris mustahil. Namun demikian, Yellow Submarine tetap difavoritkan untuk finis di empat besar dengan peluang mencapai 76,5 persen berdasarkan simulasi.
Persaingan zona Liga Champions juga berlangsung ketat. Espanyol menempati posisi kelima berkat awal musim yang mengesankan di bawah arahan Manolo Gonzalez dan memiliki peluang 11,5 persen untuk lolos ke Liga Champions. Real Betis sedikit lebih diunggulkan dengan peluang 15,3 persen, sementara Celta Vigo hanya memiliki kans 0,9 persen, dan Athletic Bilbao 0,5 persen untuk menembus empat besar.
Di papan bawah, Levante berada dalam kondisi paling mengkhawatirkan. Tim tersebut saat ini menghuni dasar klasemen dan terpaut enam poin dari zona aman, dengan peluang terdegradasi mencapai 72,9 persen. Real Oviedo berada satu tingkat di atas Levante, namun dalam musim perdana mereka di kasta tertinggi setelah 25 tahun, peluang terdegradasinya bahkan mencapai 84,9 persen.
Girona, yang sempat tampil di Liga Champions pada musim 2023/24, kini justru menjadi tim ketiga yang paling berisiko turun kasta dengan probabilitas 48,2 persen. Situasi mengejutkan juga dialami Valencia dan Real Sociedad, yang masing-masing memiliki peluang degradasi sebesar 18,7 persen dan 14,4 persen.
Secara keseluruhan, setidaknya 12 klub tercatat memiliki risiko terdegradasi dalam lebih dari lima persen simulasi Opta. Dengan kondisi tersebut, persaingan di papan bawah diprediksi akan berlangsung sengit dan penuh ketegangan hingga akhir musim bagi lebih dari separuh peserta La Liga.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0