Patroli Malam TNI AL Gagalkan Penyelundupan 25 Ton Timah Ilegal di Selat Bangka

Jan 20, 2026 - 14:55
 2
Patroli Malam TNI AL Gagalkan Penyelundupan 25 Ton Timah Ilegal di Selat Bangka
Penangkapan Penyelundupan Biji Timah

Kalanesia.id, Bangka Belitung - Aksi sigap prajurit TNI Angkatan Laut kembali membuahkan hasil dalam menjaga keamanan laut nasional. Pada Rabu malam (14/1), patroli laut TNI AL berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bijih timah ilegal di Perairan Timur Selat Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Dari operasi tersebut, petugas mengamankan sekitar 25 ton timah atau setara 500 karung dengan nilai diperkirakan mencapai Rp12,5 miliar.

Penindakan dilakukan terhadap sebuah kapal nelayan yang melintas mencurigakan di tengah gelapnya malam. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan muatan timah ilegal yang diduga kuat akan diselundupkan ke luar negeri, tepatnya ke Malaysia. Selain barang bukti, empat orang anak buah kapal (ABK) turut diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

“TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut nasional dengan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bijih timah ilegal di Perairan Timur Selat Bangka, Kepulauan Bangka Belitung,” demikian keterangan tertulis Dinas Penerangan TNI AL yang dikutip Selasa (20/1).

Keberhasilan operasi ini berawal dari hasil pendeteksian KRI Todak-631 yang tengah melaksanakan Operasi BKO Guskamla I. Kapal perang TNI AL tersebut mencurigai adanya aktivitas tidak wajar dari sebuah kapal nelayan yang kemudian dilakukan pengejaran dan pemeriksaan lebih lanjut.

Operasi penindakan ini melibatkan patroli laut terpadu dengan kekuatan gabungan, di antaranya KRI Todak-631, Satlap Tri Cakti (Halilintar), dua unit Rigid Buoyancy Boat (RBB) TNI AL, Satgas Sintelal, serta dukungan sinergis dari Bea Cukai Pangkal Pinang dan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Pangkal Pinang.

Upaya tegas TNI AL ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang sebelumnya memerintahkan TNI dan Polri untuk menindak keras segala bentuk penyelundupan sumber daya alam dan aktivitas ilegal yang merugikan negara.

“Terlalu banyak penyelundupan. Kita sudah kerahkan TNI dan Polri, kerahkan kekuatan, masih saja pihak-pihak yang tidak mau menghormati hukum di Indonesia. Kita harus terus bertekad untuk menyelesaikan masalah ini,” tegas Prabowo.

Sebagai bagian dari komitmen penegakan hukum di laut, TNI AL terus meningkatkan intensitas patroli dan pengawasan, terutama di wilayah perairan yang rawan pelanggaran. Langkah ini menjadi implementasi nyata tugas pokok TNI dalam menjaga kedaulatan, keamanan wilayah perairan, serta melindungi kekayaan sumber daya alam Indonesia dari praktik ilegal.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0