KMP Tukangkayu Banyuwangi Gelar Pasar Murah, Bantu Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok
Kalanesia, Banyuwangi - Koperasi Murah Putih (KMP) Kelurahan Tukangkayu mengadakan kegiatan pasar murah pada Kamis sore (5/3) sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama di tengah kenaikan harga bahan pangan selama bulan Ramadan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolresta Banyuwangi Rofiq Ripto Himawan, Dandim 0825 Banyuwangi Tryadi Indrawijaya, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop-UMP) Banyuwangi Nanin Oktavinatie, serta perwakilan dari Perum Bulog.
Ketua KMP Kelurahan Tukangkayu Imam Maskun menjelaskan bahwa pasar murah tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok yang biasa digunakan masyarakat sehari-hari. Komoditas yang dijual antara lain cabai, telur, bawang merah, bawang putih, serta sejumlah bahan pokok lainnya.
“Yang tersedia di pasar murah KMP Kelurahan Tukangkayu bermacam-macam, terutama untuk kebutuhan bahan pokok seperti lombok, telur, bawang putih maupun bawang merah dan lain sebagainya. Semuanya lengkap,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan dibandingkan harga di pasaran.
“Insya-Allah ini bisa membantu dan bermanfaat bagi masyarakat dalam membeli bahan pokok kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia membagikan sekitar 100 kupon antrean kepada masyarakat. Kupon tersebut merupakan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta Bulog guna mendukung pelaksanaan pasar murah KMP Tukangkayu.
“Pasar murah KMP Kelurahan Tukangkayu. Dari sisi harga jauh dari harga pasaran. Ini untuk membantu menstabilkan harga. Selain itu ada juga produk dari UMKM yang harganya murah. Terima kasih Gubernur Jatim Ibu Khofifah Indar Parawansa yang telah men-support kegiatan ini,” jelasnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Sejumlah warga, khususnya ibu-ibu rumah tangga, memadati area pasar murah untuk membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan di pasaran.
Selain kebutuhan pokok, kegiatan tersebut juga menyediakan produk dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), salah satunya kecap produksi warga dari Desa Alasmalang.
Kapolresta Banyuwangi Rofiq Ripto Himawan berharap kegiatan pasar murah tersebut dapat membantu masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan sembilan bahan pokok di wilayah Kelurahan Tukangkayu.
“Semoga pasar murah ini bermanfaat dan dapat menjamin ketersediaan sembilan bahan pokok di lingkungan Tukangkayu,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian siap mendukung kegiatan serupa yang bertujuan membantu masyarakat.
“Kami siap hadir dan membersamai kegiatan pasar murah yang menyediakan kebutuhan pokok masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Dandim 0825 Banyuwangi Tryadi Indrawijaya menilai kegiatan pasar murah merupakan salah satu langkah konkret dalam mengendalikan inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
“Acara pasar murah di KMP Kelurahan Tukangkayu ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi dan ketahanan pangan, serta menjadi semangat gotong royong dari kita semua. Semoga memberikan berkah bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan KMP juga menjadi simbol semangat gotong royong masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi daerah.
“KMP ini merupakan simbol dari semangat gotong royong, dan saya siap bekerja sama serta membantu untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat,” katanya.
Kepala Diskop-UMP Banyuwangi Nanin Oktavinatie menambahkan bahwa pasar murah merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, serta komoditas penting lainnya disediakan dengan harga lebih terjangkau guna menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang Ramadan.
Ia menilai sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta gerakan koperasi menjadi langkah nyata dalam menjaga stabilitas harga di pasar.
“Koperasi memiliki peran penting sebagai penggerak distribusi bahan pokok agar lebih dekat dengan masyarakat dan meminimalkan gejolak harga di pasaran,” katanya.
Menurutnya, program pasar murah tidak hanya bersifat sementara, tetapi merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan kebutuhan pangan masyarakat.
“Selama bulan Ramadan biasanya terjadi peningkatan konsumsi masyarakat yang berdampak pada kenaikan harga bahan pokok. Semua kebutuhan pokok bergerak naik karena konsumsi masyarakat meningkat di bulan Ramadan, sehingga harga bahan pokok juga ikut melonjak,” ujarnya.
Nanin berharap kegiatan pasar murah tersebut dapat membantu menekan kenaikan harga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Harapan kami kenaikan harga bisa ditekan melalui pasar murah. Ini juga sebagai upaya Pemkab Banyuwangi agar masyarakat tidak panik karena kebutuhan pokok tetap bisa terpenuhi,” pungkasnya.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0