Curhat WNI Asal Gresik yang Kerja di Jerman, Cemaskan Dugaan Negara Eropa Itu Ikut Bantu Israel Perang Lawan Iran

Mar 3, 2026 - 14:09
 0
Curhat WNI Asal Gresik yang Kerja di Jerman, Cemaskan Dugaan Negara Eropa Itu Ikut Bantu Israel Perang Lawan Iran
Selebgram sekaligus profesional muda asal Indonesia, Evan Haydar

Kalanesia.id, Jakarta - Selebgram sekaligus profesional muda asal Indonesia, Evan Haydar, mengungkapkan keresahannya atas kondisi keamanan di Jerman, tempat ia bekerja, menyusul konflik bersenjata antara Israel dan Iran yang terus memanas.

Ketegangan meningkat signifikan setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan gugur pada akhir Februari 2026. Sejak peristiwa itu, kedua negara saling melancarkan serangan balasan yang memperluas cakupan konflik.

Situasi kian rumit ketika Iran memperluas sasaran serangan hingga ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di beberapa negara di wilayah tersebut, memicu kekhawatiran bahwa konflik akan meluas dan menyeret sekutu-sekutu AS ke dalam peperangan.

Jerman, sebagai salah satu sekutu utama AS di Eropa, disebut-sebut tengah mengkaji kemungkinan keterlibatan dalam konflik tersebut. Kondisi ini membuat Evan mulai mempertimbangkan masa depannya di negara itu.

Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, @evanhaydar, pada Selasa (3/3/2026), ia menyampaikan kegundahannya sekaligus membuka opsi untuk pulang ke Tanah Air.

"Guys, aku lagi serius mempertimbangkan untuk kembali ke Indonesia," ungkap Evan.

"Jerman lagi mempertimbangkan buat ikut perang melawan Iran," sambungnya.

Pemuda asal Gresik itu saat ini diketahui berkarier di perusahaan otomotif dan energi bersih ternama dunia, Tesla.

Tak Ingin Terpisah dari Keluarga

Dalam pernyataannya, Evan menilai konflik Israel–Iran berpotensi berlangsung lama dan sulit diprediksi arahnya.

"Kita tidak tahu perang nantinya akan mereda atau makin parah," terangnya.

Ia juga menyoroti keterlibatan AS beserta sekutu-sekutunya di Eropa dalam mendukung Israel, yang menurutnya dapat memperbesar eskalasi.

"Tapi jujur aku takut kalau kemungkinan buruknya terjadi," sebut Evan.

"Aku tidak mau stuck (terjebak) di sini sendirian, jauh dari istri dan keluarga," paparnya.

Cemas Jalur Penerbangan Terganggu

Selain faktor keamanan, Evan mengkhawatirkan kemungkinan ditutupnya akses penerbangan apabila Jerman benar-benar terlibat langsung dalam peperangan.

"Kalau Jerman beneran ikut perang dan bandara ditutup," jelasnya.

"Kasus terburuk, perang nuklir terjadi dan blackout tidak tahu berapa lama," imbuh Evan.

Ia menambahkan, sang istri kini masih dalam proses pengurusan visa untuk menyusulnya ke Jerman. Awalnya, mereka berencana menetap bersama di sana sebelum kembali ke Indonesia.

"Saat ini istriku lagi proses mengurus visa, tapi prosesnya lama, tadinya rencana kita mau tinggal sebelum kita berdua ke Indonesia," bebernya.

Namun melihat situasi geopolitik yang semakin tak menentu, Evan menilai risiko yang harus dihadapi terlalu besar.

"Resikonya terlalu besar dan aku tidak sanggup menanggung konsekuensinya," tukas Evan.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0