Empat Bulan Bertahan di Tenda, Warga Aceh Tamiang Harap Segera Dapat Hunian Layak

Mar 25, 2026 - 14:10
 0
Empat Bulan Bertahan di Tenda, Warga Aceh Tamiang Harap Segera Dapat Hunian Layak
Salah Satu Masyarakat Aceh yang Masih Tidur di Tenda Pengungsian

Kalanesia.id, Aceh Tamiang - Hampir empat bulan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda pada akhir November 2025, sejumlah warga di Aceh Tamiang masih bertahan hidup di tenda pengungsian. Di tengah keterbatasan, harapan untuk segera mendapatkan tempat tinggal yang layak terus mereka suarakan.

Salah satu penyintas mengungkapkan kondisi yang dijalani sehari-hari melalui video yang diunggah akun Instagram @asarhumanity. Ia mengaku kebutuhan makanan masih tercukupi berkat bantuan dari berbagai pihak, namun kebutuhan akan hunian tetap menjadi prioritas utama.

“Kalau soal makan, Insya Allah banyak, cukup banyak. Lihat ini dikasih-kasih orang, kue-kue itu kami nggak ada bikin sendiri,” ujarnya, dikutip Selasa (24/3).

“Nggak bisa bilang apa-apa lagi, udah 3 bulan lebih kami tinggal di sini,” imbuhnya dengan suara bergetar.

Meski kebutuhan pangan relatif aman, ia menegaskan keinginan besar untuk segera pindah dari tenda ke tempat tinggal yang lebih layak.

“Yang kami minta, kami cepat pindah. Cepat dapat rumah, itu aja,” lanjutnya.

Kehidupan di tenda juga membawa berbagai keterbatasan sosial. Ia mengaku merasa tidak nyaman ketika harus menerima tamu dalam kondisi tempat tinggal yang serba terbatas.

“Ada rasa sedih, ada rasa senang. Sedihnya kayak gini, rumahnya tenda-tenda begini kalau ada teman-teman yang mau dateng, nggak bisa duduk,” tuturnya.

“Kalau misal kita mau pulang, pulang ke mana?” tambahnya.

Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto sempat meninjau langsung kondisi di Aceh Tamiang pada Sabtu (21/3), bertepatan dengan momen Idulfitri. Dalam keterangannya, ia menyebut penanganan pascabencana secara umum telah hampir tuntas.

“Alhamdulillah, di tenda sudah tidak ada lagi, sudah 100 persen keluar. Semua sudah masuk ke hunian-hunian sementara maupun tetap,” ujar Prabowo kepada awak media.

Ia menambahkan bahwa infrastruktur dasar seperti listrik juga sebagian besar telah pulih, meski masih ada beberapa wilayah yang sulit dijangkau.

“Listrik juga hampir semuanya sudah jalan, hanya tersisa lima desa di seluruh Aceh yang memang medannya sulit. Bantuan semua sudah turun ke rakyat,” jelasnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pembangunan hunian sementara (huntara) terus dikebut, dengan realisasi mencapai 2.418 unit dari total kebutuhan 4.189 unit.

Meski proses pemulihan terus berjalan, sebagian warga masih menanti kepastian tempat tinggal permanen agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih layak dan aman.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0