Tak Gentar Hadapi Ojek Online, Marzuki Tetap Setia Mengayuh Asa Lewat Becak Listrik
Kalanesia.id, Ponorogo - Di tengah maraknya transportasi berbasis aplikasi, Marzuki (58), seorang penarik becak asal Kabupaten Ponorogo, memilih bertahan pada profesi yang telah digelutinya sejak belasan tahun lalu. Meski usianya tak lagi muda dan telah memiliki cucu, ia tetap kukuh menarik becak demi menghidupi keluarga.
Sejak 2005, Marzuki mengais rezeki dengan becak kayuh di kawasan Terminal Tambak Bayan, Ponorogo. Beragam pengalaman ia lalui, mulai dari penumpang sepi hingga kendala teknis yang kerap menyulitkan pekerjaannya.
“Becaknya kalau gembos (ban bocor) berat. Remnya kadang los pas narik penumpang,” kenang dia, dikutip Kamis (12/2).
Kondisi tersebut kini mulai berubah. Marzuki mengaku bersyukur setelah menerima bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto. Dengan kendaraan baru itu, ia merasa lebih ringan dan optimistis kembali menyusuri jalanan kota.
Meski mengakui pendapatannya kini menurun akibat persaingan dengan ojek online, Marzuki tak kehilangan semangat. Ia yakin masih ada masyarakat yang memilih menggunakan jasa becak.
“Sekarang kalah dengan Grab (ojek online). Kadang (penghasilan) Rp 5 ribu sampai Rp 30 ribu (per hari),” ujarnya.
Bantuan becak listrik tersebut memberinya harapan baru.
“Mudah-mudahan ada penumpang yang lebih eksis lagi. Bawa penumpang semakin semangat lagi,” tambahnya.
Hal serupa dirasakan Bonadi (62), sesama penarik becak yang sebelumnya mengandalkan tenaga manual. Ia mengungkapkan beratnya pekerjaan tersebut terhadap kondisi fisik.
"Kesal, Mas. Dengkul sama punggung pegel,” katanya sambil menirukan napas terengah-engah saat mengayuh.
Dengan becak listrik, Bonadi berharap dapat terus bekerja tanpa harus menguras tenaga berlebihan, sekaligus memperoleh penghasilan yang lebih stabil.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyalurkan sebanyak 530 unit becak listrik kepada para penarik becak di Ponorogo, Senin (9/2).
Wakil Ketua Umum Yayasan GSN, Nanik S Deyang, menyebut program tersebut merupakan inisiatif langsung dari Presiden.
"Pemberian becak ini adalah hati nurani Presiden. Beliau tidak tega melihat orang indonesia, terutama yang sudah sepuh, tapi masih mengayuh becak di jalanan,” kata Nanik.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0