Sebelum Gugur, Ali Khamenei Sempat Bongkar Upaya AS Selama 47 Tahun Lalu yang Tak Mampu Lenyapkan Republik Islam Iran

Mar 3, 2026 - 14:16
 0
Sebelum Gugur, Ali Khamenei Sempat Bongkar Upaya AS Selama 47 Tahun Lalu yang Tak Mampu Lenyapkan Republik Islam Iran
pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei sebelum dilaporkan gugur dalam serangan AS-Israel di Teheran

Kalanesia.id, Jakarta - Warganet di media sosial tengah ramai membahas kabar gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Sebelumnya, pada Sabtu, 28 Februari 2026, AS dan Israel dilaporkan melancarkan serangan udara ke sejumlah titik di wilayah Iran. Kompleks kediaman keluarga Khamenei di Teheran disebut menjadi salah satu target, dengan laporan puluhan bom dijatuhkan di area tersebut.

Presiden AS, Donald Trump, bahkan secara terbuka menyampaikan pernyataan terkait kabar wafatnya Khamenei melalui platform media sosial miliknya.

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," tulis Trump di akun Social Truth pada Minggu, 1 Maret 2026.

Kabar tersebut memicu duka mendalam di Iran. Masyarakat Republik Islam Iran mengenang Khamenei sebagai figur sentral dalam kepemimpinan negara selama puluhan tahun.

Pidato Terakhir Jadi Sorotan

Di tengah suasana berkabung, beredar kembali cuplikan pidato terakhir Khamenei yang disampaikan pada 17 Februari 2026. Berdasarkan laporan NDTV World, Selasa (3/3/2026), pidato itu disampaikan dalam peringatan pemberontakan Tabriz 1978 di Provinsi Azerbaijan Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Khamenei secara khusus menyinggung posisi AS sebagai sekutu Israel.

"Kekaisaran itu (AS) sebenarnya tengah menuju kehancuran," tegas Khamenei.

Soroti Kondisi Internal AS

Dalam pidatonya, Khamenei juga mengulas kebijakan kontroversial pemerintahan Trump yang menurutnya memicu perpecahan di dalam negeri AS. Ia menyebut lebih dari setengah warga Amerika tidak menyukai presidennya sendiri.

"Saya akan menyampaikan beberapa patah kata tentang AS. Sistem mereka benar-benar sedang mengalami kemunduran," papar Khamenei.

"Mereka terlilit masalah yang dibuat sendiri, dalam perekonomian, kebijakan mereka, dalam masyarakat mereka, lebih dari 50 persen penduduk AS mengutuknya (Trump)," tambahnya.

Akar Konflik AS–Iran

Khamenei turut mengungkap pandangannya mengenai awal mula retaknya hubungan Teheran dan Washington. Menurutnya, konflik berakar pada ambisi AS terhadap Iran.

"Masalah yang kita hadapi dengan AS adalah mereka ingin 'melahap' Iran, dan bangsa Iran mencegahnya," terangnya.

"Republik Islam Iran, berdiri di jalan mereka sendiri," tegas Khamenei.

Ia juga menegaskan bahwa ancaman dan serangan dari AS maupun Israel tidak akan mampu meruntuhkan Republik Islam Iran.

"Selama 47 tahun lalu, AS tak mampu melenyapkan Republik Islam Iran," ungkapnya.

"Dia (Trump) sekarang mengeluh kepada rakyatnya sendiri betapa sulitnya menghancurkan Iran di saat negaranya terus mengalami kehancuran," tandas Khamenei.

Hingga berita ini diturunkan, serangan Israel yang didukung AS disebut telah memicu babak baru konflik dengan dimulainya serangan balasan dari Iran. Garda Revolusi Iran bahkan mengancam akan meluncurkan “operasi ofensif paling intensif” dengan menyasar Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0